Perlunya Budaya Berkomunikasi - Zona Rantau

Zona Rantau

Zona Informasi Persembahan Perantau.. Jangan Sungkan untuk Klik Iklan jika Anda Tertarik.

Saturday, 30 December 2017

Perlunya Budaya Berkomunikasi

        Bicara termasuk dalam komunikasi verbal, dan dalam komunikasi sendiri terdapat dua jenis komunikasi yaitu komunikasi verbal dan non verbal, apa itu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal, komunikasi verbal adalah komunikasi yang dimana dalam berkomunikasi mengeluarkan suara dari mulut kita untuk menyampaikan pesan, informasi ataupun keinginan kita kepada orang lain. Sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi yang dimana untuk meyampaikan pesan ataupun informasi harus menggunakan perantara media atau alat bantu seperti simbol dan lambang, menurut Carl I Hovland dan disampaikan oleh bapak soleh amini, manusia dalam sehari-hari hanya menggunakan komunikasi verbal sebanyak 7% dan sisanya 93% menggunakan komunikasi non verbal.

Indonesia mempunyai banyak sekali budaya dan adat istiadat disetiap daerahnya tentulah berbeda-beda, kebetulan saya berasal dari luar pulau jawa , dan tepatnya di pulau sumatera, budaya di sumatera sendiri sangatlah berbeda di bandingkan di kota solo, singkat cerita saya merantau dari pulau sumatera ntuk mencari ilmu di kota solo pada tahun 2013 lalu, saya sempat berpikir jika beradaptasi dikota orang itu tidaklah sulit karena prinsip saya pada saat itu sifat orang jawa dan sumatera sama saja khususnya komunikasi karena sebelmnya saya belum pernah mempelajari budaya kota solo.

 Ada pengalaman menarik pada saat saya pertama kali menginjakkan kaki di kota solo,yaitu ada bapak-bapak yang manayakan kepada saya dengan menggunakan bahasa jawa, kesulitan itu pun muncul pada saat hari pertama saya kuliah di universitas di kota solo yang disana mayoritas mahasiswaya adalah orang jawa, saya sangat kesulitan dalam beradaptasi karena keterbatasan saya untuk berbicara, jika ada teman yang bertanya dengan menggunakan bahasa jawa saat itu saya sangat bingung utuk menjawabnya singkat cerita saya tertolong dengan adanya bahasa indonesia dan di bantu dengan menggunakan bahasa non verbal, dan dari situ saya sadar bahwa saya harus mempelajari bahasa dan budaya di kota solo, alhamdulillahnya saya mendapatkan teman asli orang solo dan saya belajar dengan beliau.

Dalam berbahasa jawa ada aturan yang di gunakan dalam berkomunikasi verbal dan di bagi menjadi 3 yaitu bahasa jawa kromo inggil, kromo halus dan ngoko,kalo kromo inggil di gunakan untuk anak yang akan berkomunikasi kepada orang tuanya , kromo halus yaitu digunakan untuk orang yang lebih tua contoknya dari adik kepada kakaknya, sedangkan ngoko adalah bahasa yang digunakan utuk teman sebaya solo sayang mengutamakan sopan santun kepada orang yang lebih tua terbukti dari cara bicara yang berbeda-beda pada setiap orang dan adab- adab yang lain sangat di perhatikan, mungkin sedikit berbeda dengan budaya di sumatera, karena di sumatera tidak ada yang namanya aturan dalam berbicara baik dari anak kepada orang tua ataupun sebaliknya tapi hanya menggunkan intonasi atau nada dan logat yang halus untuk berbicara kepada orang yang lebih tua selebihnya tidak ada lagi, komunikasi sangatlah penting bagi kehidupan bermasyarakat, untuk menjaga silaturahmi dan yang terpenting untuk para perantau pelajari terlebih dahulu budaya dan bahasa tempat kita akan merantau supaya tidak ada lagi kata susah bergaul dikarenakan ada kendala bahasa.


Jika kita pandai berkomunikasi kita tidak akan kesulitan untuk mendapatkan teman, dari mana saja.

Tulisan diatas merupakan opini saya, semoga bermanfaat, jika ada kekurangan dan kesalahan mungkin itu keterbatasan dari ilmu saya mohon maaf dan terimakasi.




No comments:

Post a comment

Centang "notify me" untuk notifikasi email komentar.