Setetes Kopi dari Tanah Sumatera - Zona Rantau

Zona Rantau

Zona Informasi Persembahan Perantau.. Jangan Sungkan untuk Klik Iklan jika Anda Tertarik.

Tuesday, 19 February 2019

Setetes Kopi dari Tanah Sumatera

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu sahabat zona rantau.??


Mungkin sudah banyak masyarakat indonesia yang mengetahui tentang kopi sumatera, bahkan kopi dari daerah sumatera ini sudah mendunia, mulai dari kopi aceh gayo, kopi medan, kopi jambi sampai kopi lampung, semuanya mungkin sudah paham betul, namun disini saya akan menceritakan dan sekaligus memperkenalkan kopi dari daerah bengkulu, kalo ini mungkin banyak maayarakat yang belum tahu tentang kopi yang berasal dari desa sindang jaya, desa sindang jaya sendiri terletak di kabupaten kepahiang provinsi bengkulu, kopi dari desa ini lebih dominan ke farietas robusta, namun tak jarang juga di temui tanaman kopi arabika di tengah-tengah tanaman robusta, ya robusta memang lebih dominan di desa ini, pasti teman-teman bertanya kenapa hanya kopi robusta yang ada di desa ini, kenapa tidak dengan arabika? 


Diambil dari Kedai Teko Kopi di Bukalapak

Baiklah akan saya jelaskan, pada tahun 2014 saya sempat mewawancarai petani kopi di desa tersebut, beliau sudah menjadi petani kopi sejak puluhan tahun yang lalu dan sudah khatam tentang dunia perkopian, beliau menjelaskan kenapa di desa sindang jaya ini lebih dominan tanaman robusta yang pertama soal ketinggian, di daerah sindang sendiri ketinggiannya tidak sampai 800 mdpl sedangkan tanaman arabika sendiri tumbuh di ketinggian 1000 Sampai 2000 Mdpl ini yang membuat para petani tidak bisa menanam arabika, para petani sudah pernah menanam arabika namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, masalah kedua yaitu hama, tanaman arabika sangat riskan terkena hama beda dengan robusta lebih tahan akan hama, tingkat ketahanannya juga robusta jelas lebih baik di bandingkan dengan arabika, yang ketiga buah yang di hasilkan dari tanaman robusta lebih banyak dari pada arabika, walaupun harga arabika lebih mahal di bandingkan dengan robusta, petani lebih memilih menanam robusta dengan mempertimbangkan ketiga hal diatas tadi. 


Diambil dari Kedai Teko Kopi di Bukalapak

Baiklah sekarang kita masuk kedalam keunggulan dari kopi robusta dari daerah ini, sembari saya mewawancarai petani kopi tersebut, saya di suguhi secangkir kopi tubruk khas dari desa tersebut. Kopi yang di roasting dengan menggunakan wajan tanah dan di bakar dengan kayu bakar menambah kenikmatan kopi dari desa tersebut, kopi dari daerah ini mempunyai keunikan sendiri, rasa pahit yang sangat pekat menandakan jika kopi ini adalah kopi robusta rasa pahit itu memudar dan menjadi asam membekas di mulut, aroma kopi tersebut khas seperti bau gula aren,  kopi ini saya  rasa bisa bersaing di pasar nasional dan mungkin lambat tahun bisa menembus pasar internasional, semoga. Dilihat dari kinerja para petani kopi yang sangat memperhatikan kualitas kopi yang akan di jual, mungkin ini dulu setetes cerita dari saya, maju terus petani kopi indonesia dan semoga jaya dengan kopinya

Selalu Menulis, Selalu Berbagi Ilmu, Cerita, Pengalaman Bermanfaat Supaya Semua Bisa Merasakan Apa Yang Kita Rasakan, Karna Karyamu Akan Selalu Di Kenang Lewat Isi Kepalamu Yang Kau Tuangkan Dalam Bentuk Tulisan...........

Tentang desa sindang jaya.......... secepatnya saya akan membuat artikel mengenai desa sindang jaya kabupaten rejang lebong provinsi bengkulu.

No comments:

Post a comment

Centang "notify me" untuk notifikasi email komentar.